Thursday, December 22, 2011

Kembara Sang Dewi


Petikan Coretan Sang Dewi Cinta...
(Cerita hanyalah khayalan semata-mata bersumber dari seseorang yang hanya mahu dikenali sebagai Sang Dewi Cinta. Tidak ada kena mengena dengan sesiapa.
Terimakasih buat Sang Dewi Cinta kerana membenarkan saya menuliskan kisahnya disini...)


======================================================================================================================
" Mencari sesuatu yang hilang. Tiba-tiba ku sedar ianya sudah tidak ada. Selembut bayu ia pergi, sesenyap cahaya ia menghilang. Kenapakah ia hilang begitu sahaja? Diri tidak terasa kosong namun ada sesuatu yang hilang dan aku mahu ia kembali. Kucuba tarik ia kembali ke sisi tetapi hampa kerana ia seperti tidak mahu lekat, bukan disitu atau disana tempatnya....."

" Sang Dewi mengisi kehilangan dengan kesibukan, mengobseskan diri dengan sesuatu yang indah, sesuatu yang menyeronokkan. Namun malam sentiasa mengejar siang, pagi sentiasa bertemu senja, yang terang pasti kembali gelap. Akhirnya Sang Dewi terduduk di suatu sudut, tergamam, terpaku, terkelu dengan kehilangan yang kian mengosongkan diri....dia pun mula teraba-raba mencarinya..."

" Sang Dewi kehilangan nikmat cinta bak Arjuna kehilangan panahnya. Segala rasa cinta yang pernah ia miliki, yang pernah ada semuanya lenyap seumpama kabus pagi disinari mentari. Rasa cinta nya ditarik balik. Zahirnya semua ada didepan mata, semua masih dimiliki namun diri semakin kehilangan roh. Roh dalam setiap perkara, nyawa dalam setiap langkah, jasad dan roh-nya semakin menjauh....."

"Rentetan peristiwa demi peristiwa yang berlaku, tragedi itu terlalu pahit untuk dikenang, kesilapan itu teramat menyesakkan dada. Rupanya diri masih dan terus lalai, belum nampak susunannya, celik namun belum benar-benar sedar dari mimpinya. Kalaulah dia dapat melihat kekusutan yang berlaku memberitahu sesuatu, mengajar sesuatu, mendidik sesuatu dan akhirnya mengambil sesuatu dari dalam diri kerana ada sesuatu yang lebih berharga perlu dimiliki."

"Segala perkara walau sekecil manapun percayalah, percayalah, dan percayalah...ada hikmahnya yang tidak terjangkau akal manusia yang pendek ini. Perlahan-lahan dirinya ditarik ke suatu arah, mengikut petunjuk demi petunjuk dan dia masih juga belum menyedarinya, lembap betul... Hinggalah pada suatu hari dia menjumpai jawapan kepada misteri kehilangan itu. Jawapan itu bukan perkara baru, malah sudah lama diketahui namun hanya sekadar di lidah, sekadar di kulit, menampal keburukan dan kelemahan diri tetapi tidak dijiwai, tidak membekas di dalam diri. Namun kali ini jawapan itulah sebenar-benarnya jawapan, seluruh mata, akal, hati, dan qalbu tunduk terduduk pada kebenaran itu"

"Mengapa meletakkan cinta pada sesuatu yang boleh berubah? Mengapa meletakkan cinta pada sesuatu yang amat lemah dan mengharap sesuatu sama sepertimu? Mengapa meletakkan cinta pada sesuatu yang akan musnah, hilang, dan yang akan terus menerus melukaimu ? Mengapa ?

Sedetik menoleh kepada Allah, baru tersedar bahawa selama-lamanya kita diperhatikan oleh kasih-sayang-Nya....

"Dengan ini aku qiblatkan cintaku pada yang Haq, yang menyayangi diri ini dengan penuh rahmat dan kasih-sayang sungguhpun diri ini sentiasa membantah, melawan, tak sedar diri yang lemah dan teramat hina. Aku serahkan seluruh cintaku pada mu Ya Allah, dan aku akan mencintai apa-apa yang akan membawaku kepada redha-Mu. Tunjukkanlah daku jalan yang lurus dan pimpinlah daku kearah redha-Mu"

"Dan tidaklah kamu akan kenal sehinggalah Dia memperkenalkan diri-Nya"

Salam Sayang Salam Manisku dari Sang Dewi Cinta
----------------------------------------------------
Dalam lelapku ini - Terbayang wajah seakan puteri
Dalam lenaku ini - Munculnya dia bagai bidadari

Dalam renungku ini, Sepenuhnya ku ingin mendekati
Dalam hatiku ini, Sepenuhnya ku ingin memiliki

Dan bila - Cuba bangun dari lelapku
Dan bila - Ku cuba buka kan mataku

Dan hilang - Segala rupa yang telah ku bayang
Dan hilang - Segala rasa yang telah ku rasa
Dan hilang - Segala semua harapanku
Dan hilang - Cerita indah dalam tidurku

Nyatalah dia hanya dalam mimpiku
Tak bisa aku memilik cinta hati
Nyatalah dia hanya kekasih pelukku
Sampai sini kisah aku dengan nya
(Izwan Pilus - Indah Lelapku)

======================================================================================================================

Source of Story : Sang Dewi Cinta
Nikon D80 with Nikkor 18-105mm
Pulse Infrared Modified Camera
Location : Sandakan, Sabah, Malaysia

Pandang Lihat dan Yakinlah

Terang di Mata, terang di Akal, terang di Hati, terang di Iman...
Tiada Kemuliaan tanpa Keimanan....
Itulah Kebijaksanaan sejati....

Biar Jiwa dapat merasa ada dalam ada..
Yang ada tetap hilang , yang hilang sebenarnya ada...
Kutemui mutiara dalam kelamnya jiwa
Alhamdulillah pasrah ku pada-Nya...

Pandanglah...Lihatlah....Dengan Mata Hatimu...
Yakini itulah kebenarannya...
Sesungguhnya hati yang ikhlas tidak pernah menipu...
walau selalu tertipu...

Ku cuci bersih mataku dengan air mataku sendiri
Sebagaimana para pemimpin mengatakan
” Bersihkan dulu dirimu, lalu pandanglah yang bersih”


Terimakasih Guruku...
----------------------------------
Talent : Ary
Nikon D90 with Tamron SP90mm
Location : Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia

Wednesday, December 14, 2011

Unfinished Love


Kellies Castle is a symbol of Love from William Kellie Smith for his wife Agnes and his son Anthony. The castle construction began in 1915 and soon tragedies started to happen where many workers died as Spanish Flu spread from Europe to Asia. The first world war even slowed the process. Smith went for a trip and died of pneumonia at Portugal in 1926 leaving a heartbroken Agnes and his son. A dead sign that Kellies Castle will never be completed.


The mansion consists of two section, The Kella's House and The Castle itself. The ruined section of the Kella's House brought a truly sad feeling to me. Entering the castle itself you can feel the spacious feeling of emptiness and loneliness in every section as I can imagine Agnes's sadness for her lost love. The beautiful long corridor and beautifully lighted rooms touched my heart as I can almost hear Anthony laughter and footsteps running around. Goshh! This Kellies Castle really took my heart away..

The unfinished love, died away in the ruined bricks of time........arggghhh....

I planned to visit this place again another time as I was not able to 'touch and feel' every inch of the castle since I was here on a job. Will post some of the wedding outdoor shots taken here later.

Cinta yang terabai, Cinta yang fana, kulihat Cinta di setiap puing runtuhannya,
ku hayati Cinta seteguh rasanya.



Pulse Infrared of Nikon D80
With Nikkor 18-105mm
Location : Kellie Castles, Batu Gajah, Perak, Malaysia

Wednesday, December 7, 2011

Jiwa Yang Sakit


"Diriku memohon keampunan dengan sesungguhnya ke hadratMu ya tuhanku, di atas segala kesalahan dan kesilapan diriku dimasa masa lalu yang menghimpit dada mengundang keresahan hati akibat kelalaian yang disengajakan. Bukakanlah ya Allah ya tuhanku pintu kasih sayang dan pintu keberkatan yang kekal abadi hendaknya ke atas kami yang amat memerlukan belaian kasih dan sayang dari rahmatMu.

Ya Allah ya tuhan kami ,dikau ampunilah diri kami ini dan juga diri kedua ibu bapa kami itu. Kasihilah kedua ibu bapa kami itu sebagaimana mereka kedua ibu bapa kami itu mengasih , membelai dan mendodoi kami semasa kami masih bayi dahulu.

Ku pohon kepadaMu ya Allah ya tuhanku, apalah kiranya dibukakan pintu taufiq dan hidayahmu untuk hati hati kami yang keras ini akan sebagai satu pembukaan hati yang nurani. Limpahkanlah cahaya nuraniMu ke atas hati hati kami yang gelap gelita ini , penuhkanlah dengan limpahan ladunniMu yang akan membukakan keinginan hati mencari dan mengenali diriMu.

Ya Allah ya tuhanku..bukakanlah ke atas kami pintu pembukaan hati seperti para a'rifiin , bukakanlah hikmat hikmat dunia dan akhirat serta sekalian khazanah kasihMu dengan rahmatMu Wahai tuhan yang Amat Pengasih Lagi Amat Mengasihani."

Followers

the more powerful the photo, the less it makes viewers think about photographic technique, and the more viewers tend to think of the subject matter, with technique forgotten.

Harold Davis (Photo.Net)

  © Free Blogger Templates 'Photoblog II' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP